absolutearts.com
submit your arts news  |  media kit  |  about us  |  services  |  art history
indepth arts search:      
 
all galleries - Indian Artists network - more reviews
 

Budaya India dalam Lukisan

 
Published by Sinar Harapan ( Daily) on 2006-08-16
 
Sinar Harapan
http://www.sinarharapan.co.id
/berita/0608/16/hib03.html

Jakarta – Pameran lukisan hasil karya 40 seniman asal India digelar di Gedung World Trade Centre (WTC) Sudirman, Jakarta Selatan. Pameran yang berlangsung 14-26 Agustus 2006 itu bertema "Our Roots are Our Wings" dengan menampilkan lebih dari 100 lukisan berbagai aliran dari tradisional hingga kontemporer.
"Kami sengaja mengambil tema itu karena akar budaya India akan menjadi sayap bagi kami untuk terbang ke berbagai belahan dunia," kata penyelenggara pameran Ajit Vahadane, di Jakarta, Senin (14/8).
"Our Roots are Our Wings" kata Ajit, dapat diartikan bahwa yang para seniman India pikirkan, lakukan, dan perbuat dalam karya seni selalu berasal dari akar budaya India yang akan menjadi alat untuk membawa mereka ke mana saja di dunia ini.
Hal itu tercermin dalam lukisan yang dipamerkan saat ini, katanya.
Salah satu contohnya adalah lukisan karya Vasidev Kamat berjudul "Diksha from Lord Buddha" yang melukiskan Sang Buddha Gautama sedang mengajarkan ilmunya ke lima muridnya. Lukisan itu menggunakan cat minyak di atas kanvas dan dibuat tahun 2005.
Lukisan berjudul "Complete Ramayana" karya S Bishwanath melukiskan cerita legenda klasik Ramayana-Shinta. Lukisan itu menggunakan teknik lukis di atas kain sutra asli dan dibuat tahun 2003.
Tak kalah menarik, lukisan hasil karya S Vijay Kumar dengan judul "Eternity Beyond Summit", melukiskan puncak Pegunungan Himalaya yang selalu ditutupi salju. Lukisan itu menggunakan cat minyak di atas kanvas dan dibuat tahun 2006.
"Jadi, semua lukisan yang dipamerkan kali ini bertemakan kebudayaan India," katanya.
Selain itu, dia mengatakan, pameran itu didedikasikan penuh bagi maestro lukis KM Shenoy (1935-2005) sebagai penghargaan karena terus memberikan kontribusi bagi perkembangan seni lukis di India semasa hidupnya.
Penghargaan terhadap Shenoy diwujudkan dengan mengikutsertakan 15 lukisan karya sang maestro yang dibuat pada tahun 1950-an. Salah satunya adalah lukisan sketsa berjudul "Feminine" yang dibuat pada 3 Maret 1958, melukiskan tubuh perempuan telanjang tanpa kepala.
"Untuk itu, bagi para pencinta seni lukis, khususnya seni lukis dari India, adalah kesempatan langka untuk dapat melihat hasil karya sang maestro Shenoy itu, karena pencinta dari India pun belum banyak yang melihatnya," katanya.
Dia mengatakan, semua lukisan di pameran itu merupakan hasil karya seniman yang pernah mendapatkan penghargaan dari berbagai kompetisi seni baik di India maupun luar negeri.
Dia mencontohkan, Vasiden Kamat adalah seorang seniman kawakan di India yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai pelukis potret terbaik dari Amerika Serikat dan sudah memenangkan banyak medali emas dalam berbagai kompetisi seni di India.
Pameran ketujuh di Indonesia itu dan kali keempat di WTC Sudirman itu terbuka untuk umum dan terselenggara berkat kerja sama antara Jaringan Seniman India (Indian Artists Network), Pusat Kebudayaan India Jawaharlal Nehru, Jakarta, dan Kedutaan Besar India di Indonesia. (ant)
 

 

 
Free Arts News Subscription | Browse the Arts | Artist Portfolios | International Arts News | Arts News Archive | Privacy Policy